Kita mengenal sistem drive-through (drive-thru) itu biasanya diterapkan pada pembelian makanan cepat saji (fast-food). Bagaimana jika sistem drive-thru tersebut diterapkan pada supermarket atau toko-toko yang jauh lebih besar dan beragam produknya?

Dahir Inshaat, salah satu construction development company yang sangat mengandalkan teknologi dalam konsep-konsepnya, mengembangkan penerapan sistem drive-thru untuk supermarket yang mereka namakan sebagai konsep Drive Market.

Konsep Drive Market ini memungkinkan pengunjung toko untuk membeli barang tanpa harus turun dari kendaraannya, persis seperti yang diterapkan pada layanan drive-thru makanan cepat saji yang biasa kita kenal. Pendekatan dari layanan ini yang pertama-tama adalah kenyamanan bagi mereka yang tidak ingin membuang-buang waktu untuk mencari dan memilih barang di hypermarket.

Mari kita lihat lebih dekat bagaimana proses pembelian dilakukan di Drive Market ini. Pengunjung memasuki toko dengan mobil. Bagian aula transaksi dibagi menjadi beberapa bagian, yang masing-masing hanya melayani satu mobil dalam satu waktu. Pembeli, mengikuti tanda-tanda yang disediakan, mendekati bagian yang available dan berhenti di dekat rak dengan nampan yang bisa digerakkan. Dalam setiap nampan terdapat barang-barang yang terbagi dalam setiap kelompok. Pembeli membuat pilihan dan menempatkan produk pada ban berjalan (conveyor belt).

Fitur khusus yang bisa didapatkan pada Drive Market adalah pemilahan secara optimal yang dipikirkan dengan matang, yang diterapkan pada lebih dari seratus nama barang yang berbeda. Pada saat yang sama, ada lusinan produk identik dengan merek berbeda, dan semua produk menjalani pemilihan yang ketat sebelum dijual. Pendekatan ini sangat menyederhanakan proses seleksi dan mempersingkat waktu untuk berbelanja, karena toko telah memilih produk terbaik, dan pembeli hanya dapat memutuskan mana yang cocok untuk mereka.

Selain itu, pada konsep Drive Market ini tidak ada kemungkinan manipulasi oleh pembeli dengan bantuan teknik pemasaran psikologis. Jika dalam hipermarket biasa untuk mempromosikan penjualan barang individu ditempatkan di rak pada tingkat mata, maka semua barang berada dalam kondisi dan penempatan yang sama. Dengan demikian, pembeli dilindungi dari pembelian karena keterpaksaan dan dapat dipastikan bahwa mereka hanya akan membeli barang yang awalnya mereka ingin dan menjadi alasan mereka untuk mendatangi toko tersebut. Jadi, pilihan ditetapkan dan produk dikirim ke kasir, dimana tempat perhitungan berlangsung.

Setelah pembayaran, kasir menempatkan barang dalam paket dan pembeli lalu bisa menempatkannya di bagasi mobil, atau, jika pembeliannya kecil, bisa disampaikan ke pembeli langsung melalui jendela. Lalu berakhirlah proses belanja , tidak dengan berjam-jam berkeliling di dalam supermarket seperti yang biasanya tanpa sadari kita semua lakukan. Keseluruhan proses diperkirakan tidak lebih dari 5 menit dihabiskan untuk pembelian.


Tentang Penulis:

Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan Bangwin adalah seorang konsultan digital business dan creative thinking (Bangwin Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow Twitternya , Instagramnya dan Facebook ProfilenyaBlognya bisa dibaca di bangwin.net