PRODESINA

Medium Informasi Desain Produk

Ulasan

Mau diterima sebagai desainer? Mengapa menunjukkan pekerjaan terbaik itu tidak cukup

Sebagai desainer produk Anda berbicara kepada dunia melalui produk yang Anda desain. Produk-produk hasil desain Anda menunjukkan visi dan mengomunikasikan cerita yang ingin Anda ceritakan. Penggabungan semua cerita-cerita yang diwakili oleh produk yang Anda desain ini menceritakan kisah yang lebih besar dan memberi impresi yang lebih lengkap tentang diri Anda dan apa terbaik dari diri Anda. Dan media yang digunakan desainer untuk mengomunikasikan cerita mereka kepada calon klien atau pengguna jasa mereka adalah portofolio. Apakah lewat jalur online atau offline, dengan portofolio Anda ingin menunjukkan yang terbaik yang Anda punya, begitu bukan? Well…..pendapat tersebut salah.

Setidaknya jika Anda ingin mendapatkan pekerjaan. Jika Anda menggunakan portofolio Anda untuk tujuan historis dan ingin menyoroti semua pencapaian Anda sehingga Anda dapat merasa bangga dengan diri Anda sendiri, tidak masalah. Tapi itu tidak akan memberi Anda pekerjaan. Inilah alasannya.

Kita semua tahu proses desain secara umum. Anda mulai dengan masalah atau visi dan kemudian hal yang tak mudah digambarkan yang kita sebutdengan kreativitas mulai mengalir. Anda mendapatkan banyak ide. Gagasan cerdas, ide gila, ide yang tidak mungkin, dan sebagainya. Langkah selanjutnya adalah membahas semua gagasan ini dan melihat elemen atau petunjuk yang sesuai dengan masalah atau visi yang Anda mulai. Ide yang paling menjanjikan kemudian dipisahkan, dipikirkan lagi dan diubah menjadi sebuah konsep.

Sebuah konsep pada dasarnya adalah gagasan yang dibuat dengan rapi sehingga mudah dipresentasikan. Seringkali, pada tahapan ini klien atau atasan Anda ikut terlibat lagi. Konsep memvisualisasikan pemikiran Anda dan digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang ide dan visi yang mendasarinya atau solusi untuk masalah ini. Konsep adalah alat diskusi yang hebat. Sedikit tanya-jawab dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, konsep dipilih untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi desain akhir. Desain akhir masuk ke produksi, dimasukkan ke rak (virtual) dan semua orang yang terlibat menghasilkan sejumlah uang. Produk bagus, hasil bagus. Itulah yang membuat darah seorang desainer terpompa dan aktif.

Kemungkinan besar Anda ingin menambahkan keberhasilan terakhir ini pada portofolio Anda. Bagaimanapun juga, Anda sudah melakukan pekerjaan yang cukup banyak dan Anda punya kesempatan untuk menceritakannya. Sayangnya, tak seorang pun selain klien atau atasan Anda dan diri Anda sendiri yang benar-benar peduli dengan prestasi yang Anda capai dan hasil yang fantastis ini. Menurut hasil studi yang dilakukan di Stanford University menunjukkan bahwa orang lebih menyukai potensi daripada pencapaian saat mengevaluasi orang lain. “Orang ini telah memenangkan penghargaan untuk karyanya” tampaknya kurang menarik daripada “Orang ini bisa memenangkan penghargaan atas karyanya”.

Mengutip dari Heidi Grant Halvorson di Harvard Business Review:
Dalam sebuah penelitian, mereka membandingkan dua versi iklan Facebook untuk komedian stand-up. Pada versi pertama, kritikus mengatakan “He is the next big thing” dan “Everybody’s talking about him”. Pada versi kedua, para kritikus mengatakan bahwa dia “He could be the next big thing”, dan juga “In a year, everybody could be talking about him”. Iklan yang berfokus pada “potensi” mendapat lebih banyak klik dan likes. [Sumber]

Bagi desainer ini juga masuk akal. Klien Anda yang baru tidak ingin melihat solusi sempurna yang Anda rancang untuk pesaing. Klien Anda yang baru ingin melihat apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka. Dan karena Anda mungkin belum merancang apapun untuk mereka, Anda harus memicunya dengan potensi yang Anda miliki. Dan tidak dengan kesuksesan masa lalu Anda.

Menunjukkan potensi Anda ke klien baru atau employer baru tidaklah sulit. Ini dilakukan tatap muka. Setelah Anda menjadwalkan pertemuan dan Anda duduk di meja, Anda dapat dengan mudah meyakinkan orang akan potensi Anda. Anda tahu tentang latar belakang Anda, beberapa fakta pribadi, bagaimana Anda menangani berbagai hal, dan lain sebagainya. Anda dapat menggunakan resume atau portofolio Anda sebagai panduan untuk menguraikan pencapaian yang terjadi di balik layar. Karena itu menarik.

Tapi bagaimana Anda bisa memberitahu prestasi Anda tanpa hadir secara fisik, lalu menunjukkan konsep Anda. Karena ada banyak nilai yang bisa ditunjukkan di dalamnya saat bertemu langsung, dan Anda jadi punya banyak kesempatan untuk menunjukkan lebih banyak nilai-nilai lagi bagi klien baru daripada hanya mengandalkan kesuksesan yang telah Anda capai untuk klien yang sudah ada. Mengapa hanya menunjukkan puncak gunung es jika Anda bisa menceritakan sebuah cerita yang lebih terperinci tentang apa yang ada di bawahnya? Bukan tujuannya, tapi perjalanannya yang penting. Tunjukkan konsep Anda, tunjukkan proses Anda, tunjukkan bagaimana Anda bisa bernilai luar biasa dan tunjukkan potensi yang belum tergali. Itu yang akan membuat Anda diterima.


Tentang Penulis:

Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan Bangwin adalah seorang konsultan digital business dan creative thinking (Bangwin Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow Twitternya , Instagramnya dan Facebook ProfilenyaBlognya bisa dibaca di bangwin.net 

2 Comments

  1. Semua desainer pastinya memiliki design portfolio, dan design portfolio yang atraktif adalah sebuah keharusan bagi setiap desainer. Memang benar bahwa design portfolio bukanlah satu-satunya penentu dalam mendapatkan sebuah pekerjaan/proyek, namun tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki design portfolio yang atraktif (a.k.a: killer design portfolio) berarti sudah memenangkan setengah dari peperangan.

    A design portfolio is the conversation starter, but it’s not the finisher.

    Setengah dari sisa peperangannya adalah seperti yang tertulis di artikel diatas yang intinya adalah mengenai kemampuan kita dalam menceritakan proses bagaimana kita menghasilkan karya-karya yang terdapat didalam portfolio tersebut. Namun menceritakan proses perancangan sebuah karya dari A-Z saja tidak cukup. Sebagai desainer kitapun harus ‘merancang’ cerita kita tersebut agar tidak terdengar datar/membosankan melainkan sama atraktif/menariknya seperti portfolio kita tadi.

    Cerita yang menarik adalah cerita yang bersifat personal, artinya dalam cerita proses perancangan tersebut jangan cuma bercerita mengenai masalah dan solusi saja namun ceritakan juga mengenai konflik, struggle, sumber inspirasi dan jangan lupa orang-orang/tim yang bekerja bersama kita dalam setiap karya-karya tersebut. Ini tidak hanya membuat cerita kita menjadi menarik namun juga membantu potential employer/klien kita untuk melihat kemampuan kooperatif kita dalam bekerja didalam sebuah tim.

    Faktor lain yang juga harus diperhatikan (namun seringkali diremehkan oleh banyak desainer) adalah penampilan. If you wrote “attention to details” in your CV, then by all means, please pay attention to how you present yourself during an interview/presentation. You don’t have to wear fancy suits, but make sure everything you put on are deliberate and not accidental.

    • Nanang Widananto

      Pengalaman orang lain (pusat pengaruh) yang pernah besama dalam suatu proyek atau menggunakan jasa kita adalah salah satu kunci. Referensi yang kuat sangat penting untuk menembus pasar pekerjaan.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén

%d bloggers like this: