Ulasan

5 Teknik Perencanaan Produk yang Bisa Menambah Kekuatan Marjin Produk Anda

@Rachel Cheng

Salah satu ambassador dari IDSA, yaitu perusahaan plastic compounder terkemuka, Teknor Apex berbagi wawasan tentang desain produk untuk kita semua.

Setiap keputusan – mulai dari pencarian ide hingga desain dan rekayasa hingga pembuatannya – berdampak pada profitabilitas secara keseluruhan, namun sulit untuk mengantisipasi bagaimana kompromi biaya di satu area dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan – dan menekan margin jadi semakin tipis. Untuk pengembangan produk, pertimbangkan poin-poin yang akan dipaparkan berikut ini yang telah terbukti untuk bisa mengoptimalkan total biaya yang didapat (Poin-poin ini bisa berguna untuk pengenalan produk baru juga.)

1. Kurangi biaya komponen yang ada. Ini adalah jalur tercepat dan paling tidak mengganggu untuk mengurangi biaya. Cari tahu apa yang seharusnya Anda bayar untuk setiap komponen dengan membandingkannya dengan bagian yang serupa, dengan menggunakan alat estimasi biaya atau menghubungi vendor lain sebagai pembanding. Gunakan target biaya ini untuk bernegosiasi dengan vendor yang ada. Pendekatan yang umum dilakukan adalah bermitra dengan vendor yang menawarkan insentif atau program rabat berdasarkan volume. Volume yang lebih tinggi = harga lebih rendah, jadi cobalah untuk menggunakan bagian yang sama di beberapa lini produk bila memungkinkan.

2. Ganti komponen produk dan potong atau hindari biaya langsung. Ada tiga pendekatan yang sedikit berbeda terhadap substitusi komponen:

  • Pertama, untuk bagian industri yang umum, akan ada beberapa produsen, dan kemungkinan versi biaya yang lebih rendah dari bagian itu ada. Dalam pendekatan ini, Anda mengganti bagian yang ada dengan yang sama. Seringkali terjadi selama proses desain diawal, asumsi dibuat dan persyaratan desain lebih ketat untuk meminimalkan risiko. Karena banyak bagian ini over-engineered sehingga menghasilkan biaya yang lebih tinggi.
  • Pendekatan kedua terhadap substitusi komponen adalah menggunakan bagian berkinerja lebih rendah atau berkualitas lebih rendah namun masih memenuhi persyaratan spesifikasi dan disain.
  • Terakhir, kadang-kadang ada juga kasus dimana ada bagian yang memang berharga lebih mahal namun secara ekonomi dalam jangka panjang lebih masuk akal.

3. Berpikirlah strategis saat memilih tempat pembuatan:

  • Pikirkan tentang target waktu, gangguan dalam rantai pasokan, atau kehabisan dalam persediaan. Seberapa penting bagian itu terhadap produk Anda dan berapa biaya yang akan dikeluarkan jika kiriman terlambat atau tidak sampai sama sekali?
  • Mayoritas perusahaan produk konsumen banyak melakukan outsourcing, jika tidak semua diproduksi oleh mereka. Pastikan untuk memahami kemampuan pabrikan atau pabrikan yang Anda kontrak. Mereka biasanya terus meningkatkan kemampuan mereka dan menerapkan layanan nilai tambah untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya, jadi manfaatkan itu.

4. Mendesain ulang untuk mengurangi jumlah suku cadang, mempermudah perakitan atau menggunakan komponen biaya rendah. Mengadakan tim kerja lintas-fungsi (cross-functional team) dengan perwakilan dari desain, teknik (engineering), pembelian (purchasing), material dan pengontrolan kualitas (quality control), serta menggunakan proses formal untuk mengevaluasi produk:

  • Pertama, pisahkan komponen dari masing-masing produk. Identifikasi fungsi masing-masing komponen.
  • Lakukan brainstorming pencarian solusi baru untuk memenuhi setiap fungsi.
  • Kemudian, evaluasi usulan perubahan dengan menentukan total biaya dan manfaat dari masing-masing perubahan.

5. Mengurangi fitur pada produk dan hanya menawarkan pilihan yang benar-benar dihargai pelanggan. Survei pra-pasar hampir selalu mengungkapkan bahwa konsumen menginginkan setiap fitur yang mungkin ada, namun mereka tidak ingin membayar lebih untuk itu. Pada waktunya, kondisi dan preferensi berubah, dan Anda mungkin menemukan bahwa yang dulu merupakan “keharusan dimiliki” bahkan tidak dimanfaatkan oleh mayoritas pengguna. Lihatlah riwayat penjualan Anda:

  • Apa fitur atau pilihan yang bisa dijual dan mana yang tidak?
  • Dapatkah fitur yang bernilai rendah ini dikonversi dari atribut produk menjadi opsi produk yang dapat ditawarkan sebagai peningkatan/upgrade dengan biaya tambahan?
  • Atau, bisakah pilihan itu dihilangkan sama sekali?

Tentang Penulis:

Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan Bangwin adalah seorang konsultan digital business dan creative thinking (Bangwin Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow Twitternya , Instagramnya dan Facebook ProfilenyaBlognya bisa dibaca di bangwin.net 

3 Comments

  1. Menarik!
    Satu hal ini yg banyak dari kita kurang memperhitungkan: “bagian yang berharga lebih mahal namun secara ekonomi dalam jangka panjang lebih masuk akal.”

  2. Pradipto

    Artikel yang saya pikir sangat penting, itulah sebabnya saya menamakan desain produk ditempat saya bekerja sebagai industrial desainer karena sejatinya mereka menghadapi masalah-masalah dengan bagaimana menekan product cost serendah-rendahnya, akhirnya product yang memiliki cost competitiveness yang baik yang akan keluar sebagai pemenang.

  3. Dimas Adhitya

    Artikel yang sangat menarik dan sangat membantu kami di dunia industri, QCD adalah bagian yg sangat penting.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme by Anders Norén

%d bloggers like this: