Banyak yang menyangka bahwa perancangan alas kaki itu masuk dalam ranah fashion. Ya pendapat ini bisa dipahami karena banyaknya desainer-desainer sepatu yang memulai karir mereka dari ranah fashion walaupun sebetulnya ini tidak sepenuhnya benar juga sih. Salah satunya adalah desainer alas kaki yang saya wawancara kali ini yang tentunya punya latar belakang desain produk industri, namanya Yadi Aditya.

Seperti kebanyakan desainer-desainer muda lainnya, Yadi sangat terlihat enerjik terutama jika membahas hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan desain produk industri di Indonesia yang berkaitan dengan alas kaki.

Oke, sepertinya akan sangat menarik jika kita bisa langsung mengikuti hasil wawancara saya dengan Yadi, yuk mari kita mulai

Bangwin: Hi Yadi….kita mulai wawancara ini dengan pertanyaan yang mendasar karena saya yakin pembaca juga perlu kenal sedikit lebih dalam siapa kah Yadi Aditya itu. Boleh diceritakan sedikit apa latar belakang pendidikan serta pengalaman kerja secara singkat?

Yadi: Hallo Bangwin, ok…. nama saya Yadi Aditya, saat ini saya bekerja sebagai Product Designer Head (Footwear and Apparel) untuk 910 SPORTSWEAR, merek sepatu olahraga lokal Indonesia, saya menekuni profesi ini selama kurang lebih 15 tahun, diawali dari menjadi Footwear Designer untuk brand SPECS, kemudian saya melanjutkan karir di brand LEAGUE sebagai Senior Footwear Designer, setelah itu saya menjadi Footwear Designer untuk brand sepatu kulit PAKALOLO BOOTS sebelum akhirnya berlabuh di tempat saya bekerja saat ini. Saya menempuh pendidikan di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, mengambil Program Studi Desain Produk, lulus tahun 2002

Sketsa @Yadi Aditya

Bangwin: Thank you Yadi, wah lumayan konsisten ya Yadi dari lulus selalu mengambil jalur yang berkaitan dengan footwear design. Dalam perjalanan karir Yadi sendiri tentunya pengalaman demi pengalaman akan memperkaya wawasan pengetahuan menjadi seorang desainer secara utuh ya, kira-kira Yadi bisa share gak tantangan seperti apa yang paling berkesan dalam menjalani karir Yadi sebagai seorang desainer selama ini?

Yadi: Tantangan yang paling berkesan dipekerjaan ini tentunya mewujudkan ide desain dari gambar menjadi sepatu yang layak pakai dan jual, ternyata prosesnya cukup panjang dan banyak hal yang harus dipikirkan, mulai dari pemilihan bahan, warna, konstruksi, teknik pembuatan juga pertimbangan biaya produksi, di dalam prosesnya desain yang kita buat akan mengalami beberapa perubahan dan penyesuaian untuk benar-benar bisa jadi produk yang bisa dijual dipasar. Kepuasannya adalah ketika barang yang kita desain sudah ada di pasar dan mendapat sambutan yang baik dari konsumen.

 

Sketsa @Yadi Aditya

Bangwin: Okay, nah berkaitan dengan lapangan pekerjaan, bagaimana seorang Yadi Aditya melihat lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan footwear design serta desainer produk pada umumnya di Indonesia?

Yadi: Menurut saya saat ini kesempatan untuk bekerja sebagai footwear designer cukup terbuka, sudah banyak brand sepatu olahraga di Indonesia yang mempekerjakan lulusan desain produk untuk membantu pengembangan produknya, Kualitas desain brand lokal Indonesia juga sudah jauh lebih bagus dibanding katakanlah sepuluh tahun yang lalu…beberapa perusahaan juga sudah mempunyai struktur RnD sendiri, jadi sudah ada jalur karirnya. Ini berbeda ketika awal saya masuk ke industri ini, dimana banyak merek tidak punya desainer produk, yang dilakukan hanya meniru produk yang sudah ada, diubah sedikit dan minta pabrik untuk membuatkan prototype nya.

Untuk profesi desainer produk di Indonesia pada umumnya, menurut saya masih banyak masyarakat yang belum mengenal profesi ini, padahal kontribusinya cukup terlihat dalam barang-barang yang kita pakai sehari-hari, perlu ada publikasi dan komunikasi yang lebih baik supaya profesi ini lebih dikenal publik.

Proses desain @Yadi Aditya

Raion Red @Yadi Aditya

Bangwin: Ok….nah pertanyaan terakhir nih. Ada pesan-pesan gak buat para mahasiswa ataupun desainer-desainer yang tertarik untuk mengikuti jejak Yadi menjadi seorang footwear designer?

Yadi: Untuk yang tertarik menjadi footwear designer, menurut saya temukan dulu passion nya, lalu harus terus update informasi di dunia sepatu, karena perubahan trend sekarang sangat cepat…ilmu dan skill bisa dikembangkan sambil bekerja, kemudian di industri harus bisa jadi team player, karena kita akan bekerja sama dengan bebagai divisi dengan karakter dan kepentingan orang yang berbeda-beda… yang terakhir be humble, karena ilmu, pembelajaran dan koneksi bisa datang dari siapa saja, jadi jangan pilih2 bergaul dan jangan sombong, di dunia kerja yang kompetitif kalau kita pandai membawa diri peluang kita untuk berkembang akan lebih besar.

@Yadi Aditya

Update:

Pada saat tulisan ini ditayangkan, penulis mendapatkan update terbaru dari Yadi, bahwa ia diterima di sebuah perusahaan footwear multinasional PUMA sebagai senior footwear designer untuk kategori Sportstyle, dan akan ditempatkan di Ho Chi Minh City untuk fast team mulai bulan Maret 2018. Congrats ya Yadi.


Tentang Penulis:

Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan Bangwin adalah seorang konsultan digital business dan creative thinking (Bangwin Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow @bangwinissimo dan Facebook ProfilenyaBlognya bisa dibaca di bangwin.net