PRODESINA

Media Informasi Seni & Desain

Ulasan

Pendapat Philippe Starck tentang Berakhirnya Peranan Desain Produk Dengan Kemunculan Layar Bezel-less

Bezel-less adalah trend desain produk yang sekarang sedang banyak diterapkan pada produk-produk smartphone. Dua brand terkemuka Apple dengan iPhone X dan Xiaomi dengan Mi Mix 2 juga menggunakan desain yang disebut dengan istilah bezel-less atau skinny bezel tersebut yang kalau diterjemahkan kira-kira berarti “tanpa pinggiran” atau “dengan pinggiran ramping”. Saya jadi tertarik dengan istilah bezel-less atau skinny bezel tersebut dalam konteks desain terutama menyimak apa yang disampaikan oleh Philippe Starck, desainer dari smartphone Mi Mix 2 besutan dari Xiaomi setahun yang lalu.

Terus terang saja saya sungguh penasaran, apakah ini akan menjadi titik akhir logis peranan desain produk pada smartphone? Dimana hampir semua yang dapat kita lihat adalah layar – bagaimana perusahaan dan desainer dapat membedakan produk mereka di masa mendatang? Bagaimana mereka bisa menonjol satu sama lain?

Untuk mengetahui tanggapan langsung dari sang desainer sendiri, saya menemukan hasil wawancara yang dilakukan oleh The Verge oleh jurnalisnya Sam Byford yang kebetulan juga mengajukan pertanyaan ini kepada desainer produk industri legendaris dan arsitek Philippe Starck, yang bekerja sama dengan Xiaomi di dua serial smartphone Mi Mix. Seperti kita ketahui, Starck memiliki pengalaman panjang dalam urusan desain produk  mencakup proyek-proyek yang beragam seperti pemeras lemon yang kontroversial, gedung ikonik dan aneh di di Tokyo (Asahi Beer Hall) dan juga kapal (yacht) untuk Steve Jobs.

Pada kesempatan tersebut, Starck berbagi keprihatinan tentang masalah tersebut serta juga menjelaskan pemikiran tentang apa yang ia maksud dengan desain telepon “jujur” dan bagaimana kemampuan Xiaomi untuk bersaing pada harga adalah elemen desain itu sendiri. Ini yang disampaikan oleh Starck

It’s a real subject. All the intelligent parts of human production go with the strategy of dematerialization — less and less and less materiality, more and more and more intelligence. The computer was a very good example, and now the telephone is a fantastic example. That’s because in a telephone, only the image and the sound is important. And yes, we work to have less and less and less and less. We don’t have solutions today to make a difference just to make a difference. If we make a difference just to make a difference, that will be more. [That] which is more is less, now.

That’s why we are really, with the telephone, in front of the end of dematerialization. That means we go directly to bionics. Bionics is when the service — telephone, computer, anything — goes in your body. And in this case, there is no more design. The designer is your coach, is your dietician, but there is no more. For all intelligent human production, the designer will be dead very very very fast.

That’s why today, the duty of an honest designer like me, with an honest company like Xiaomi, is to continue to make less and less until that will not be possible. [So] there is no answer today. We don’t need to make a difference. In Xiaomi products, final differences stay inside. The quality, the price — the price is less and less and less. That’s why it’s a difference — when you see that it’s half of the competitor, it’s a huge difference.

Starck kemudian kembali ke topik tersebut ketika ditanya apa daya tarik dan tantangan bekerja dengan Xiaomi.

I think the best investment in everything, and especially in the future, is honesty. You know, when you listen to [Xiaomi CEO] Lei Jun during the show, you realize how everything is clear. It’s honest. There is no lie. The company who lies will die. And also, there is an incredible amount of intelligence in this company.

The biggest challenge for the next product is, as we said before, the end of dematerialization. Today with the Mix 2 we give the most possible with the least possible. That’s why we have to accept that design like we thought of before is disappearing.

Now the difference will be just what is the profit for us, what is the best service, what is the best price, what is the most intelligence. That is design now. That’s why a designer like me now, in Xiaomi, speaks more about philosophy and vision than design. Times are changing fast, but Xiaomi makes time change even faster.

Akhirnya, terlepas dari potensi ancaman terhadap profesinya, Starck sangat yakin bahwa ini adalah jalan yang benar untuk dikejar.

There is no choice! *laughs* Nobody proposed it, because it’s just the right thing to do. You don’t need to speak about evidence, you don’t propose evidence, everybody knows around our table that the main goal is the full-size screen. There’s no question.


Tentang Penulis:

Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan BangWin adalah seorang konsultan digital business dan creative thinking (Bangwin Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow Twitternya di @bangwinissimo , IGnya di @bangwin dan Facebook ProfilenyaBlognya bisa dibaca di bangwin.net 

2 Comments

  1. Soma Wiraga

    I understand dearly what he means. Sudah banyak bukti-bukti yang menunjukkan pergeseran ini. Mungkin istilah “berakhirnya” menjadi jargon yang cukup kontroversial. Hilang mungkin tidak, tapi berkurangnya porsi kerjanya sangat. Karena dari perspektif sebuah profesi disain produk, sulit untuk dipukul rata, karena kebaragaman industri di dalamnya. Tapi kalau dari perspektif perkembangan industri, porsi kerjanya sudah sangat berkurang dengan perkembangan software yang sangat besar ketimbang perkembangan hardware. The big portion of the money has shifted. Like all good business, we should too evolve.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme by Anders Norén

%d bloggers like this: