Mengembangkan Produk, Mudah dan Murah Dengan Autodesk Fusion 360

Bila kita mendengar istilah desain produk maka sebenarnya istilah tersebut tidak hanya mewakili sebuah bidang keilmuan. Desain produk adalah sebuah proses panjang dimana beberapa ilmu utama serta ilmu pendukung beserta alat bantunya ikut andil didalamnya dengan hasil sebuah produk. Sebagai gambaran sedikit saya ambil contoh, untuk mendapatkan sebuah kursi yang akan berhasil dipasar (definisi berhasil ini tentu saja mengacu pada penjualan), maka harus ada minimal desainer produk, ahli bahan, ahli ergonomi, engineer tentunya, marketing, sosio-psikolog, ekonom, sales dan seterusnya dan seterusnya. Yak mendesain produk bukan sebuah pekerjaan yang bisa dilakukan hanya oleh satu bidang keilmuan saja namun justru perpaduan banyak ilmu.

Selain ilmu-ilmu yang berkolaborasi ada yang namanya bagian penunjang yang biasanya jadi jembatan dalam proses perancangan sebuah produk. Salah satunya adalah alat bantu rangkaian dari sketsa ide, gambar kerja, mock-up, prototype, sampai produksi. Ya saya sebut sebagai rangkaian karena dengan menggunakan ‘bahasa’ yang sama dari hulu kehilir. Alat bantu penghubung tersebut biasa disebut dengan CAD (Computer-aided Design) dengan turunannya yang menyentuh bidang desain produk yang disebut dengan istilah CAID (Computer-aided Industrial Design), serta turunan-turunan lainnya seperti CAM (Computer-aided Manufacturing) dan CAE (Computer-aided Engineering). Dengan bantuan jejaring komputer maka proses perancangan (desain) dari hulu ke hilir secara otomatis bisa terjaga dengan baik, karena menggunakan ‘bahasa’ yang sama.

Dijaman dulu memiliki perangkat CAD adalah sebuah investasi yang mahal. Betapa tidak, spesifikasi komputer yang dibutuhkan saja sudah cukup tinggi, ditambah dengan harga softwarenya yang juga mahal. Namun kini jaman telah banyak berubah, banyak perusahaan pengembang software mulai melebarkan pangsa pasar mereka sampai ke industri kecil, menengah serta juga individu. Salah satunya adalah Autodesk, yak betul perusahaan yang kita kenal dengan software legendarisnya AutoCADAutodesk memiliki software yang namanya Fusion 360 yang selain cocok digunakan oleh industri yang memiliki tahapan-tahapan yang lengkap dalam pengembangan produk, juga cocok untuk UKM serta para hobbyist.

Tunjung Kertopati, Business Development Manager dari PT. Cipta Satria Informatika, yang merupakan Autodesk Gold Partner yang juga menjalankan Autodesk Authorized Training Center dan juga sebagai Autodesk Authorized Certification Center menjelaskan bahwa dimasa mendatang yang diperkirakan tidak akan lama lagi Fusion 360 akan menjadi platform design & engineering technology di dunia manufacturingFusion 360 saat ini diposisikan sebagai CAD/CAM/CAE tools, yang memiliki keterhubungan dengan Fusion Lifecycle sebagai PLM tools, serta Fusion Connect untuk IoT.

Tunjung juga menjelaskan bahwa Fusion 360 saat ini masih dalam proses pengembangan terus menerus. Contoh, teknologi surfacingnya, yang dulu belum mengadopsi Class-A Surfacing yang merupakan standar di otomotif, sekarang sudah karena Autodesk punya Alias (was Wavefront) yang teknologi surfacingnya sudah jadi standar dunia. Sekarang teknologi itu satu persatu dimasukkan ke dalam Fusion 360.

from: Autodesk Gallery

“Jadi kalau bicara positioning, saat ini kendala Fusion 360 menurut saya, karena kemampuan sofware ini lebih melebar, makin lama makin mencangkup semua aspek design & engineering dalam sebuah workflow design & engineering di industri manufacturing, mengakibatkan Fusion 360 berkompetisi langsung terhadap solusi yang spesifik dari software-software lainnya”, kata Tunjung lebih lanjut.

Tunjung juga menjelaskan bahwa saat ini dengan teknologi yang tersedia, pangsa pasar Fusion 360 adalah industri kecil – menengah, dan para profesional yang bekerja secara independen. Pada saat teknologi Fusion 360 sudah lengkap nanti, bukan tidak mungkin ia akan masuk pada persaingan kelas high-end design software dimana sudah ada Catia (di CAD); NX CAM, Delcam, Master CAM (di CAM); MSC Nastran, Ansys, Hyperworks di (CAE).

Karena pangsa pasar yang spesifik tersebut tentunya akan ada konsekuensi yang diharapkan dari Fusion 360 seperti misalnya dari segi penempatan harga. Menanggapi hal ini Tunjung menjelaskan bahwa untuk start up & hobbyist (serta pelajar & pengajar) bisa menggunakan Fusion 360 dengan gratis. Versi berbayar dari Fusion 360 juga sangat murah, yaitu sekitar Rp. 250.000,-/bulan (annual subscription). Dengan harga itu mereka sudah memiliki CAD, CAE & CAM dalam satu platform serta kebutuhan mulai dari concept development, styling development, design engineering, engineering (finite element analysis, dynamic analysis, linear & non-linear analysis), prototyping (3d printer) sampai cam simulation sudah dapat dilakukan.

from: Autodesk Gallery

Tunjung menambahkan juga bahwa Fusion 360 ini tidak murni cloud-based. Karena software tetap diinstal di komputer si pengguna. Tapi pada beberapa eksekusi yang membutuhkan resources tinggi, prosesnya akan dilempar ke cloud computing. Jadi Autodesk mengklaim, dengan spesifikasi komputer yang bukan high-end (bukan workstation) semua proses komputasi dapat dilakukan. Sehingga dengan demikian investasi hardware yang mahal bisa dihindari. Spesifikasi komputer yang dibutuhkan untuk menjalankan software Fusion 360 ini bisa dilihat di sini.

Pengguna seperti apa saja yang kira-kira akan bisa menggunakan software Fusion 360 ini? Apabila calon pengguna sudah mempunyai dasar CAD (solid modeling & surface modeling), CAE (FEA, linear & non-linear analysis), CAM. Maka sebetulnya adopsi teknologinya sangat mudah. Teknologi CAD di Fusion 360 seperti Freeform Modelling, itu sangat memudahkan pembuatan model 3 dimensi. Dengan kemudahan itu, sangat cocok sebetulnya digunakan oleh para desainer produk untuk mencari alternatif-alternatif bentuk langsung di model 3 dimensi.

from: Autodesk Gallery

Bagi pengguna yang ingin menggunakan Fusion 360 tapi belum bisa mengoperasikannya bisa mempelajarinya pada situs-situs yang disediakan oleh untuk pembelajaran teknologi Fusion 360 dan di dalam software-nya sendiri juga sebenarnya ada tutorial. Knowledge overview dari Fusion 360 bisa kalian dapatkan di sini, dan untuk step-by-step nya bisa didapatkan di sini.

Selain itu Tunjung juga menambahkan bahwa jika dibutuhkan pelatihan yang terstruktur, tempat Tunjung bekerja,PT. Cipta Satria Informatika juga menyediakan online training, seperti yang disebutkan sebelumnya mereka adalah Autodesk Gold Partner yang juga menjalankan Autodesk Authorized Training Center dan juga sebagai Autodesk Authorized Certification Center.

Dengan makin banyaknya software-software yang memiliki kemampuan luar biasa serta dengan harga terjangkau, sudah selayaknya para pengembang produk di perusahaan-perusahaan bisa lebih advanced lagi dalam bergerak. Kendala harga dan kesulitan dalam pengoperasian sudah tidak lagi jadi masalah besar.


Tentang Penulis:

Abang Edwin SA atau lebih dikenal dengan panggilan BangWin adalah seorang konsultan digital business dan creative thinking (Bangwin Consulting). Ia juga dikenal sebagai pionir dalam bidang online community management semenjak tahun 1998. Ikuti jejak langkahnya dengan memfollow @bangwinissimo dan Facebook ProfilenyaBlognya bisa dibaca di bangwin.net 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*