PRODESINA

Media Informasi Seni & Desain

Kerajinan/Craft

Potensi Industri Kerajinan Tangan Indonesia

Di dunia ini, ada banyak negara yang memiliki industri kreatif yang unik, khas, dan terkenal. Saking terkenalnya, industri tersebut menjadi bagian dari identitas negara tersebut di mata dunia. Misalnya saja, Jepang terkenal dengan manga dan anime-nya, Korea Selatan terkenal dengan K-Pop, dan seterusnya. Tapi tidak hanya sekedar terkenal, industri tersebut tentunya menjadi salah satu sumber pendapatan yang signifikan bagi negara tersebut karena dikonsumsi (dan tentunya dibeli) secara luas oleh baik secara lokal maupun di internasional.

Indonesia sendiri juga punya industri kreatif yang kontribusinya terhadap ekonomi negara cukup signifikan, yaitu industri kerajinan tangan. Ya, industri kerajinan tangan merupakan subsektor industri kreatif yang punya kontribusi paling besar untuk nilai ekspor, serta kedua terbesar untuk nilai konsumsi rumah tangga. Tapi, meskipun sudah cukup signifikan, potensi yang bisa dihasilkan dari industri kerajinan tangan Indonesia ini masih bisa berkembang.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel hasil studi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia di tahun 2014 berikut.

Indikator Satuan 2010 2011 2012 2013
Nilai Ekspor Miliar Rupiah 15.540 17.773 20.176 21.724
Pertumbuhan Nilai Ekspor Persen 14,37 13,52 7,67
Nilai Konsumsi Rumah Tangga Miliar Rupiah 110.447 121.994 133.549 145.268
Pertumbuhan Nilai Konsumsi Rumah Tangga Persen 10,45 9,47 8,77

Dari segi ekspor, permintaan produk-produk kerajinan tangan Indonesia ke luar negeri terus mengalami peningkatan, dari hanya Rp 15,5 triliun di tahun 2010, nilai ekspor industri kerajinan tangan Indonesia mencapai angka Rp 21,7 triliun di tahun 2013, yang berarti mengalami rata-rata peningkatan 11,85 persen per tahunnya. Nilai ekspor tahun 2013 tersebut berkontribusi sebesar 18,26 persen terhadap ekspor sektor ekonomi kreatif, dan 1,04 persen terhadap total ekspor Indonesia. Kontribusi tersebut merupakan yang terbesar ketiga dari industri kreatif Indonesia secara keseluruhan, hanya kalah dari industri mode.

Untuk urusan dalam negeri, industri kerajinan Indonesia juga tidak kalah. Dari sumber data yang sama, konsumsi berbasis rumah tangga untuk produk kerajinan tangan juga meningkat tiap tahunnya, dari hanya Rp 110,4 triliun di tahun 2010 menjadi Rp 145,2 triliun di tahun 2013, atau rata-rata naik 9,57 persen tiap tahunnya. Angka di tahun 2013 itu juga lebih besar dari angka konsumsi rumah tangga dari industri kreatif lainnya, dan hanya kalah dari industri kuliner dan mode.

Di luar data dari Kementerian Parekraf tersebut, kami juga mendapat data dari salah satu pameran produk kerajinan tangan terbesar di Indonesia, Inacraft. Berdasarkan data yang dikutip dari Tribun, pada tahun 2014, Inacraft berhasil menarik 154.363 pengguna dan menghasilkan total penjualan senilai Rp 115,7 miliar dan kontrak dagang senilai $9,1 juta (sekitar Rp 122 miliar).

Pada awal tahun 2015 ini, dalam waktu lima hari saja (8 – 12 April), Inacraft berhasil meningkatkan semua angka tersebut. Dari 58 stand yang ikut serta, Inacraft 2015 berhasil menarik 166.635 pengunjung, serta menghasilkan total penjualan senilai Rp 121,6 miliar dan kontrak dagang senilai $ 9,8 juta (sekiar Rp 131 miliar). Berarti, selama lima hari itu, Inacraft 2015 berhasil menarik rata-rata lebih dari 33.000 pengunjung tiap harinya, dan rata-rata tiap stand-nya berhasil meraup penjualan sekitar Rp 2,09 miliar, atau sekitar Rp 419 juta per harinya serta kontrak dagang senilai Rp 2,2 miliar per stand.

Kesimpulannya, jika dilihat dari data di atas, industri kerajinan tangan di Indonesia punya pasar yang cukup besar dan terus berkembang. Tapi, potensinya tidak hanya berhenti di situ saja. Perhatikan grafik mengenai pemetaan daya saing industri kreatif Indonesia tahun 2014 ini.

Daya saing sektor kerajinan tangan

Dari grafik di atas, kamu tentu bisa paham bahwa meskipun sudah memiliki potensi yang besar di Indonesia, masih banyak hal yang bisa dibenahi di industri kerajinan tangan Indonesia agar potensinya lebih bagus lagi. Dengan kata lain, potensi yang ada di industri kerajinan tangan Indonesia untuk terus berkembang masih sangat besar, dan berkembang atau tidaknya industri kerajinan tangan Indonesia bergantung pada para pengrajinnya sendiri serta pihak-pihak lain yang terlibat.

2 Comments

  1. Iwan Sung

    Kerajinan Indonesia memang potensial, cocok dengan iklim dan demografi Indonesia. SDA dan SDM Indonesia yg mumpuni serta miliki budaya yg kuat..hingga ciptakan iklim kerja yg kondusif. Serta craftmanship masyarakat kita yg begitu terasah dan turun temurun.

    Hanya perlu ditingkatkan riset dan pemgembangan produk2 kerajinan dan material serat alami. Serta melibatkan teknologi terapan. Kita akan lebih mampu bicara banyak di dunia dalam bidang kerajinan ini…hanya sekedar sharing. Trims

  2. industri nya sangat pesat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Theme by Anders Norén

%d bloggers like this: